Wednesday, October 19, 2022

Tips Meminta Kenaikan Gaji ala Barbara Corcoran

Apakah Anda seorang karyawan yang sudah bekerja bertahun-tahun? Apa impian Anda sebagai karyawan?

Kemungkinan besar, a pay rise, atau kenaikan gaji. Betul atau benar? Ya bisa jadi Anda juga berharap kenaikan jabatan, tapi bukankah kenaikan jabatan juga berarti kenaikan gaji? Intinya sama saja.



Rasanya, tidak ada karyawan yang tidak ingin gajinya naik. Apalagi yang sudah mengabdikan diri bertahun-tahun di sebuah perusahaan.

Namun, tidak banyak karyawan yang berani meminta kenaikan gaji kepada bos mereka. Jika pun berani, biasanya karena ada tawaran kerja di tempat lain, yang menjamin mereka dari penolakan si bos.

Mengerti maksudnya, kan?




Nah, sebuah video dari kanal Youtube bertajuk Business Insider membuat sebuah wawancara yang menarik dengan Barbara Corcoran tentang a pay rise. Siapa Barbara Corcoran? Jika Anda tidak tahu, jangan khawatir. Banyak biodata Barbara Corcoran hingga artikel finansial yang bisa Anda baca secara gratis via Google.

Dalam video berdurasi empat menit itu membahas tips kenaikan gaji dengan cukup menarik dan jelas.
Barbara mengatakan, setiap karyawan pasti ingin kenaikan gaji. Setiap orang pun begitu, mereka ingin menghasilkan lebih banyak uang. Tapi, terkadang para karyawan tidak tahu etika meminta kenaikan gaji dengan baik dan benar.

Barbara menyoroti fenomena Asking for Raise yang terjadi selama menjadi pengusaha. Laki-laki menyampaikan permintaan kenaikan gaji dengan lebih baik daripada perempuan.

Mereka menggambarkannya dengan gamblang melalui nominal. Sedangkan perempuan, hanya mengatakan "kenaikan gaji" tanpa menyebutkan nominal yang mereka inginkan. Menurutnya, perempuan sebenarnya tidak serius dalam meminta kenaikan gaji.

Bila Anda adalah karyawati, dan berharap kenaikan gaji, Barbara menyarankan Anda untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum berdiskusi dengan bos Anda. Cobalah berandai sebagai seorang laki-laki. Bagaimana seorang laki-laki meminta kenaikan gaji? Bagaimana cara meminta kenaikan gaji dengan jelas dan pantas? Apakah akan pantas meminta kenaikan gaji di saat ini?

Jika sudah, sebagai karyawati, Anda bisa mengatakan kepada bos Anda, "Bos, saya sudah melakukan tanggung jawab saya. Saya ingin kenaikan gaji, Bos."

Ya, tapi sebenarnya soal rumit Asking for Raise ini adalah cara memulainya. Banyak karyawan yang merasa takut, ada pula yang terlalu berani dan berakhir gagal.

Barbara memulainya dengan analogi seorang karyawan yang datang padanya.  Si karyawan memberitahunya bahwa ia mendapat tawaran kerja dengan gaji tinggi di tempat lain. Setelah itu, si karyawan tidak mengatakan apapun, tidak ada salam perpisahan apalagi surat pengunduran diri.

Si karyawan pasti menginginkan sesuatu darinya, pikirnya. A pay rise. Sayangnya, karyawan itu tidak mengatakannya dengan gamblang, dan menunggu bosnya untuk 'mengerti' kemauannya. Semacam 'kode-mengode' ala gadis ABG ke pacarnya. Yang jika tidak dipenuhi kemauannya, si Gadis akan ngambek dan mengancam putus.

Tapi, siapa dia? Dia tidak berhak menuntut bosnya. Kata Barbara, "They're already off my list. I can't wait for them to go out that door."

Barbara tidak akan pernah membeli kesetiaan karyawan itu, karena pada dasarnya ia tidak mendapat kesetiaannya. Lagipula, tipe karyawan seperti itu sudah siap meninggalkannya ketika mengatakan adanya tawaran gaji, jadi buat apa dihalangi?

Namun, lain halnya jika si karyawan adalah tipe pegawai yang baik dan loyal. Alih-alih memintanya untuk peka, karyawan tersebut akan dengan gamblang dan lebih sopan ketika menyampaikan adanya tawaran perusahaan lain.
Bos, kemarin aku sedikit kaget. Aku mendapat tawaran kerja dengan gaji tinggi, dan aku menolaknya. Aku suka bekerja di sini. Tapi, aku penasaran, apakah masa depan kerjaku di sini akan mengalami peningkatan, Bos?

Barbara akan lebih menghargai tipe karyawan yang baik seperti itu. Kalimat dari karyawan yang baik itu adalah pembuka yang baik pula untuk mendiskusikan kenaikan gaji. Tidak ada unsur penghinaan atau ancaman.

Si bos akan merespon dengan baik. Bisa jadi dia akan menawari kenaikan gaji atau malah mendorong si karyawan untuk keluar dari perusahaannya dengan menerima tawaran kerja di tempat lain yang lebih tinggi gajinya.

Lalu bagaimana?

Barbara memberikan opsi lain untuk membuat bos Anda lebih lunak. Cobalah dengan kalimat yang lebih baik, misalnya.

Saya mendapat tawaran besar, Bos. Tapi, saya suka bekerja di sini, dan ingin menetap lebih lama. Menurut Bos, bagaimana prospek kerja saya di sini?

Jika Barbara adalah bosnya, ia akan mencoba untuk mempertahankan si karyawan baik dengan berbagai tawaran menarik.

Namun, jika si Bos mengatakan, "Ya, terima kasih sudah tetap bekerja di sini. Tapi, perusahaan sudah memberikan gaji yang adil dan kamu juga bertanggung jawab. Perusahaan sudah cukup senang. Jadi, lakukan apa yang kamu inginkan," atau sejenisnya, artinya hanya satu.

Si karyawan baik itu, kurang dihargai. Sebaiknya, kata Barbara, ambillah pekerjaan lain yang menghargaimu lebih baik dan memikirkan prospek masa depanmu.

The one thing you must be in any position you are, male, female, whatever level you are, is you must be valued and appreciated to be promoted.
Satu hal yang harus kamu miliki dalam posisi apapun, laki-laki, perempuan, atau apapun itu, adalah kamu harus dihargai dan diapresiasi untuk bisa dipromosikan.

Seorang bos memiliki andil lebih banyak terhadap karyawannya daripada perusahaan itu sendiri. Karenanya, bukanlah hal buruk untuk meminta kenaikan gaji kepada bos Anda. Dari obrolan kenaikan gaji seperti itu, Anda bisa tahu seberapa nilai Anda sebagai karyawan, di mata bos Anda.

Jika si Bos mencintai dan menghargai karyawannya dengan pantas, ia akan memotivasi karyawannya untuk tetap tinggal dengan memberikan prospek pekerjaan yang baik di masa depan.
Sebagai seorang bos, dan juga investor di sebuah stasiun televisi populer Amerika, Barbara  memiliki nasihat untuk para bos. Menurutnya, seorang bos yang baik akan mengutamakan dan mendukung karyawannya, serta memberi mereka kenaikan gaji sebelum mereka meminta.

Dengan begitu, karyawan akan memberikan kesetiaannya kepada si bos. Barbara bahkan menggambarkan kesetiaan itu dengan kalimat, "They'll kill for you."

Tambahnya, setiap karyawan, pasti akan setia kepada bos yang memperlakukan mereka dengan baik dan memberi mereka gaji yang lebih.

Di akhir video, Barbara menyatakan bahwa memiliki karyawan-karyawan yang setia adalah sebuah keberuntungan yang bukan kebetulan. Barbara memberikan uangnya, pengakuannya, peluang kerja, dan apapun miliknya, untuk karyawannya. Bagi Barbara, itu semua lebih berharga daripada sekadar kenaikan gaji.

Juga, segala yang ia berikan adalah untuk membuat karyawannya merasa dicintai. Setiap orang ingin merasa dicintai, pungkasnya.



---------------------------------------------------------------------------------------------
Kunjungi kanal Business Insider via YouTube atau klik pranala di bawah ini untuk menonton videonya secara lengkap:
Barbara Corcoran Explains How to Ask for A Raise

No comments:

Post a Comment

Mengarang Bebas Itu Tidak Apa-apa

Semasa duduk di bangku SD, ada suatu kalimat yang diucapkan guru wali kelas, yang masih terngiang sampai sekarang. "Jangan takut, Nak...